Selasa, 24 Juni 2008

Quality Control

PROSEDUR QUALITY CONTROL
PADA PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF
M. Miftah, M.Pd.
Balai Pengembangan Multimedia Semarang – Pustekkom – Depdiknas,
Jl. Lamongan Tengah, Bendan Ngisor, Sampangan, Semarang, email: hasanmiftah@yahoo.com


Qualty control atau pengawasan terhadap kualitas banyak diterapkan pada dunia industri. Quality control (QC) dimaksudkan untuk menetapkan standard kualitas baik produk yang bersifat barang ataupun layanan. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kualitas adalah tingkat baik buruknya sesuatu, kadar, ataupun derajat. Bagaimana suatu produk atau layanan disebut berkualitas? Dalam hal ini pernyataan sesuatu berkualitas bersifat relative bahkan cenderung subjektif. Sesuatu produk atau layanan dapat dianggap berkualitas baik dari sudut pandang subjektif seseorang namun bisa juga dinilai buruk oleh orang lain. Sesuatu dikatakan baik atau buruk hanya jika ada pembandingnya. Penlaian baik buruk akan sangat dipengaruhi oleh sudut pandang ataupun dasar pertimbangan penilaian tersebut. Oleh karena itu, dalam menentukan kualitas suatu produk ataupun layanan perlu ada acuan yang dapat dijadikan dasar penetapan kualitas tersebut.
Kay Abel dan Michael Gillenwater, dalam tulisannya yang berjudul Quality Assurance and Quality Control (USA, 1996) mendefinisikan Quality Control (QC) is a system of routine technical activities, to measure and control the quality of the inventory as it is being developed. QC merupakan suatu sistem aktivitas teknis yang rutin, untuk mengukur kualitas suatu produk yang sedang dikembangkan. Dalam hal ini, QC merupakan suatu proses yang mencakup antara lain; (a) melakukan pemeriksaan secara rutin dan konsisten, untuk memastikan keterpaduan, kebenaran, kelengkapan, (b) mengidentifikasi kesalahan dan penyimpangan, (c) melakukan penyaringan dan pemilahan, (d) mendokumentasikan dan mengarsipkan seluruh aktivitas QC.
Dengan demikian maka yang dimaksud dengan pengawasan terhadap kualitas (QC) adalah suatu proses rutin dan konsisten membandingkan dan menentukan derajat suatu produk ataupun layanan dengan menggunakan ukuran-ukuran ataupun kriteria-kriteria tertentu. Kriteria merupakan acuan yang bersifat relative yang ditetapkan oleh pengembang suatu produk.

1 komentar:

Supranatural@Demak mengatakan...

Masa remaja, masa pencarian jati diri, masa kuliah, masa keja, masa mencari jodoh, dan keinginan membangun rumah tangga